Aliran
Humanistik
Menurut
Carl Rogers, mengenai kepribadian yang sehat yakni kepribadian yang sehat itu
bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses,”suatu arah
bukan suatu tujuan”. Syarat utama bagi timbulnya kepribadian yang sehat adalah
penerimaan penghargaan positif tanpa syarat (unconditional positive regard )
pada masa kecil.
Menurut Maslow, orang yang memiliki kepribadian yang sehat itu merupakan orang
yang mampu mengaktualisasikan diri. Untuk mencapai aktualisasi diri ada 4
kebutuhan yang harus terpenuhi, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa
aman, kebutuhan akan memliki dan cinta, dan kebutuhan akan penghargaan.
Pendapat Allport
Kepribadian yang matang Oleh Allport:
Saat ini teori-teori Allport (tentang kepribadian
yang sehat) tetap relevan. Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang
sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat:
1. Perluasan
Perasaan Diri
ketika seseorang menjadi matang, ia mengembangkan
perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan
sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia harus memiliki
partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut
"partisipasi otentik". Dalam pandangan Allport, aktivitas yang
dilakukan harus cocok dan penting, atau sungguh berarti bagi orang tersebut.
Jika menurut kita pekerjaan itu penting, mengerjakan pekerjaan itu
sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak, dan berarti kita menjadi
partisipan otentik dalam pekerjaan itu. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi
diri kita. Orang yang semakin terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas,
orang, atau ide, ia lebih sehat secara psikologis. Hal ini berlaku bukan hanya
untuk pekerjaan, melainkan juga hubungan dengan keluarga dan teman, kegemaran,
dan keanggotaan dalam politik, agama, dan sebagainya.
2. Relasi Sosial
yang Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam
hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan
untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan
relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil
dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan
baik. Adaperbedaan hubungan cinta antara orang yang neurotis (tidak
matang) dan yang berkepribadian sehat (matang). Orang-orang neurotis harus
menerima cinta lebih banyak daripada yang mampu diberikannya kepada orang lain.
Bila mereka memberikan cinta, itu diberikan dengan syarat-syarat. Padahal,
cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau
mengikat.
Jenis kehangatan yang lain, yaitu perasaan terharu,
merupakan hasil pemahaman terhadap kondisi dasar manusia dan perasaan
kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang sehat memiliki kapasitas untuk memahami
kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan
manusia.
3. Keamanan
Emosional
Kualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri.
Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan,
dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut. Selain itu,
kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka, dan tidak
berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Mereka dapat mengendalikan emosi,
sehingga tidak mengganggu hubungan antarpribadi. Pengendaliannya tidak dengan
cara ditekan, tetapi diarahkan ke dalam saluran yang lebih konstruktif.
Kualitas lain dari kepribadian sehat adalah "sabar terhadap
kekecewaan". Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap
tekanan dan hambatan atas berbagai keinginan atau kehendak. Mereka mampu memikirkan
cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Orang-orang yang sehat tidak
bebas dari perasaan tak aman dan ketakutan. Namun, mereka tidak terlalu merasa
terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut secara lebih baik daripada
kaum neurotis.
4. Persepsi
Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia secara objektif.
Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan
keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini
bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut
prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan
dan Tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya
menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki
keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus
menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen pada
orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua
pertahanan ego. Dedikasi terhadap pekerjaan berhubungan dengan rasa tanggung
jawab dan kelangsungan hidup yang positif. Pekerjaan dan tanggung jawab
memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai
kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan pekerjaan penting dan
melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan.
6. Pemahaman Diri
Memahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang
sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara
objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang
dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Jika gambaran diri yang dipahami semakin
dekat dengan keadaan sesungguhnya, individu tersebut semakin matang. Demikian
juga apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya, bila semakin dekat (sama)
dengan yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya, berarti ia semakin
matang. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan
gambaran diri yang objektif. Orang yang memiliki objektivitas teradap diri tak
mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain (seolah orang lain
negatif). Ia dapat menilai orang lain dengan seksama, dan biasanya ia diterima
dengan baik oleh orang lain. Ia juga mampu menertawakan diri sendiri melalui
humor yang sehat.
7. Filsafat Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh
tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan, perasaan
akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Allport
menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness).
Keterarahan itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu atau
serangkaian tujuan, serta memberikan alasan untuk hidup. Kita membutuhkan
tarikan yang tetap dari tujuan yang bermakna. Tanpa itu mungkin kita mengalami
masalah kepribadian
Sumber :
Siswanto. S. Psi. Msi.
2007. Kesehatan Mental, Konsep,
Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta
: Penerbit Andi
Corey, G. 2003. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi.
Bandung: PT. Refika Aditama
https://werdiningsiih.wordpress.com/category/kesehatan-mental/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar