Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa
khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar atau dalam
kecemasan.Menurut Sigmund Freud (ahli psikoanalisa), kecemasan ada 3 macam,
yaitu :
a) Kecemasan
obyektif
Kecemasan tentang
kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu
bahaya dalam dunia luar. Kecemasan ini timbul karena pengamatan
tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan ini dibagi 3 macam, yakni :
1) Kecemasan
yang timbul karena penyesuaian lingkungan;
2) Bentuk
ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia)
3) Rasa
takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya.
PENGHARAPAN
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, diterangkan bahwa pengharapan berasal dari kata
dasar harap yang berarti mohon, minta, keinginan supaya sesuatu terjadi dan
sesuatu itu biasanya hal yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan.
CONTOH
KASUS :
Hidayat: Jangan Jadi
Remaja Galau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid, meminta para remaja di ibu kota
bersungguh-sungguh dalam menempuh ujian masuk perguruan tinggi nasional, yang
akan digelar pada 12 Juni mendatang.
Hal itu disampaikan
Hidayat di sela try out akbar nasional, di Gelanggang Olahraga Otista Jakarta
Timur, Sabtu (9/6/2012).
"Anak-anak
semuanya punya kesempatan besar untuk mengulangi kejayaan Jayakarta, kesempatan
ini jangan disia-siakan, jangan dikacau-balaukan, jangan menjadi remaja galau.
Jadikan tantangan ke depan membuat Anda jadi percaya diri," ujarnya di
depan sekitar 1.000 peserta try out yang memadati GOR.Hidayat juga meminta para
remaja untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, agar segala cita-cita dan harapan
tercapai.
"Sangat penting
apa yang kita lakukan agar semaksimal mungkin, dan berdoa kepada Allah SWT. Dia
akan membuka segala kesulitan menjadi mudah. Dia akan menguatkan kita untuk bersabar
dan terus belajar, serta mengatasi segala masalah," tutur Hidayat.Hidayat
mencontohkan perjuangan tokoh besar Fatahillah dalam mendirikan Kota Jakarta,
melalui perjuangan panjang mengusir penjajah
Portugis."Fatahillah tidak pernah menyangka bahwa ia akan
menjadi sejarah besar, membuat kota hebat seperti Jakarta. Tapi, dengan
kesungguhan, kerja keras, kepercayaan diri, berjuang dan
berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa, jadilah dia sejarah yang hebat membuat
ia menjadi Jayakarta, dan kita semua menjadi warganya," bebernya.Terakhir,
cagub DKI Jakarta nomor urut 4, mendoakan agar para remaja tersebut sukses
dalam menempuh ujian, dan diterima di perguruan tinggi negeri yang mereka
impikan.Pada kesempatan itu, Laili Ismawati, peserta try out, mengucapkan terima
kasih kepada Hidayat yang telah memotivasi para remaja untuk bekerja keras
mempersiapkan diri menempuh ujian. Ia juga berdoa agar Hidayat terpilih sebagai
gubernur DKI Jakarta."Terima kasih kepada Pak Hidayat yang telah bersedia
datang. Mohon doa agar dengan mengikuti try out di sini semoga akan
menjadi jembatan atas apa yang kami cita-citakan. Saya harap semoga
dalam pemilihan gubernur nanti bapak bisa terpilih," papar Laili.
Hal yang sama juga
disampaikan Fahri, pelajar SMUN 39 Jakarta.
"Mohon doanya pak,
semoga kami bisa diterima di perguruan tinggi favorit kami. Semoga
bapak bisa sukses ke depannya, dan kita sama-sama sukses," harapnya.
Saya setuju dengan
pendapat Pak Hidayat Nur Wahid yang menegaskan bahwa remaja tidak boleh galau
dalam menghadapi sesuatu. Seperti yang dicontohkan dalam artikel tersebut,
ketika para pelajar remaja yang akan menghadapi tes masuk perguruan tinggi,
banyak pelajar yang merasa gelisah karena banyak saingan yang akan mereka
hadapi dan bentuk soal yang harus mereka kerjakan. Belum lagi jika ujian telah
selesai, para pelajar pun dibuat gelisah dalam menunggu keputusan dari pihak
perguruan tinggi tentang status diterima atau tidaknya ia sebagai mahasiswa
dari perguruan tinggi tersebut. Saya pikir tak perlu gelisah karena jika
seseorang sudah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin, maka Allah SWT pun akan
memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Jika pun tidak lulus atau tidak sesuai
yang diharapkan, percayalah bahwa masa depan anda bukan terletak pada perguruan
tinggi yang anda impikan. Bisa saja kesuksesan anda terletak pada perguruan
tinggi yang anda anggap tidak favorit. Jadi, kita tak perlu gelisah dalam
menghadapi hidup ini. Kita harus kuat dalam menjalani hidup sebagai pekerja,
pelajar, dan masyarakat umum. Jangan pernah lari dari masalah yang anda buat,
karena lari dari masalah hanya akan membuat anda semakin gelisah dan
bermasalah.
Sumber :
http://iman-lazuardi.blogspot.com/2012/07/pengertian-kegelisahan.html
http://medisontanesib.blogspot.com/2010/11/arti-pengharapan.html
http://jakarta.tribunnews.com/2012/06/10/hidayat-jangan-jadi-remaja-galau