Artificial
Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah aktivitas
penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku
yang akan dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan
oleh manusia. AI juga merupakan aplikasi komputer yang paling canggih karena
aplikasi ini berusaha mencontoh cara pemikiran manusia. Definisi selanjutnya
dari AI merupakan studi untuk membuat komputer melakukan sesuatu dimana
pada saat ini masih lebih baik bila dilakukan oleh manusia.
Menurut stepia (2009) kecerdasan buatan (artificial
intelligence) definisi sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas
buatan. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer)
agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa
macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan, Antara lain sistem pakar,
permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf dan robotika.
Al pertama kali disebarkan setelah general
electric menerapkan komputer pertama kali yang digunakan untuk bisnis.
Pada tahun 1956 istilahartificial intelligence (kecerdasan buatan) pertama
kali dibuat oleh John McCarthy. Menurut McLeod dan Schell (dalam Yulianto &
Fitriati, 2008) Kecerdasan buatan (artificial intelligence - Al) adalah
aktifitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan
perilaku yang akan dianggap sama cerdasnya dengan kemampuan yang ditampilkan oleh
manusia. Al merupakan komputer yang paling canggih karena aplikasinya berusaha
mencontoh cara pemikiran manusia. Pada tahun yang sama, program komputer Al
pertama yang disebut Logic Theorist, diumumkan. Kemampuan yang Logic
theorist yang terbatas untuk berfikir (membuktikan teorema-teorema
kalkulus) mendorong para ilmuan untuk merancang program lain yang disebut general
problem solver (GPS) yang ditunjukkan untuk memecahkan segala masalah.
Proyek ini ternyata membuat para ilmuan yang pertama kali menyusun program ini
kewalahan dan riset Al dikalahkan oleh aplikasi-aplikasi komputer yang tidak
terlalu ambisius seperti SIM dan DSS. Namun seiring waktu, riset yang terus
menerus akhirnya membuahkann hasil dan Al telah menjadi wilayah aplikasi
komputer yang solid.
Artificial
Intelligence juga didefinisikan sebagai
kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap
komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu
mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat
dilakukan manusia.Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI
membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan
perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian
dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang
membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian,
perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan
pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Artificial
Intelligence tidak selalu berhubungan dengan kecerdasan, lebih kepada pemecahan
masalah. Namun, AI menggunakan solusi berbasis komputer dan matematika/hitungan.
Tahun 1950 : Para Ilmuan dan peneliti mulai
memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti
yang bisa dikerjakan manusia. Alan Turing, seorang matematikawan Inggris
pertama kali mengusulkan adanya tes untuk bisa melihat bisa tidakmnya sebuah
mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut dinamakan Turing Tes, dimana mesin
tersebut menyamar seolah-oleh sebagai seseorang di dalam suatu permainan yang
mampu memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan.
Tahun 1956 : Artificial Intteligence pertama
kali dibuat oleh John McCarthy sebagai tema suatu konferensi yang dilaksanakan
di Dartmouth College. Di tahun ini, program AI pertama yang disebut LOGIC
THEORIST, diumumkan. Kemapuan Logic Theorist terbatas untuk berfikir
(membuktikan teorema-teorema kalkulus) mendorong para ilmuan untuk merancang
program lain yang disebut General Problem Solver (GPS), yang ditunjukan untuk
digunakan dalam memecahkan segala macam masalah
Tahun 1960-an & 1970-an : Joel
Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk
mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma ,yaitu program berbasis
pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan
Seymour Papert menerbitkan Perceptrons , yang mendemostrasikan batas jaringan
syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer
prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturam
untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi
medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moracev
mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan
berintang yang kusut secara mandiri.
Tahun 1980-an: Jaringan syaraf digunakan secara
meluas dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul
John Werbos pada 1974.
Tahun 1990-an: Ditandai perolehan besar dalam
berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi.
Seperti yang telah dijelaskan mengenai definisi AI,
kita tentunya telah paham bahwa AI diciptakan untuk menyerupai kecerdasan
manusia. Tetapi apakah sesuangguhnya hubungan AI dengan kognisi atau daya fikir
manusia itu sendiri?
AI
DAN KOGNISI MANUSIA
|
Kognisi sendiri merupakan kepercayaan seseorang
tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berfikir tentang sesuatu.
Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi
pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai,
menalar, membayangkan dan berbahasa. Selain itu, kognisi manusia sendiri adalah
proses-proses mental atau aktivitas pikiran manusia dalam mencari, menemukan,
atau mengetahui dan memahami informasi dari lingkungannya. Jika dihubungkan
dengan AI, otak manusia bagaikan CPU sebagai pemroses informasi, hanya saja CPU
dapat bekerja berlama-lama tanpa henti. Salah satu proses kognisi manusia
adalah menganalisis. Katakanlah kita ingin menganalisis kebohongan seseorang
yang sedang bicara pada kita. Biasanya kita mungkin melihat orang itu
menggaruk-garuk leher sebagai tanda bahwa ia berbohong. Tetapi dengan
cangkupan yang lebih luas, para ahli ingin mengembangkan proses analisis
kebohongan manusia dengan menciptakan sebuah mesin khusus yang kita kenal
sebagai Polygraph, yaitu alat yang digunakan untuk mengukur
kebohongan melalui tingkat emosi seseorang. Kebohongan seseorang dapat
terdeteksi melalui tingkat emosinya yang terlihat melalui pengukuran pada laju
pernafasan, tekanan darah, frekuensi denyut nadi dan respon pada kulit .Kemudian,
contoh selanjutnya yang membuktikan AI menyerupai otak manusia adalah GOOGLE
yang sering membantu kita mencari informasi tentang banyak hal. Google
diibaratkan otak manusia super cerdas yang menyimpan memori atau informasi
tentang segalanya yang dapat menjawab pertanyaan dan rasa ingin tahu
manusia.
Secara garis besar, AI terbagi ke dalam dua faham
pemikiran yaitu AI Konvensional dan AI Komputasional. AI konvensional
kebanyakan melibatkan metoda-metoda yang sekarang diklasifiksikan sebagai
pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik.
Salah satu metodenya adalah sistem pakar.
SISTEM
PAKAR adalah suatu program komputer yang
mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu
bidang spesifik.Sistem pakar atau expert system juga merupakan
program komputer yang berusaha untuk mewakili pengetahuan keahlian manusia
dalam bentuk heuristik. Heuristik adalah aturan yang menjadi patokan atau
aturan untuk menebak dengan baik. Heuristik memungkinkan sistem pakar untuk
berfungsi sedemikian rupa agar konsisten dengan keahlian manusia dan
menyarankan penggunanya cara memecahkan masalah.
Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama yaitu:
Antarmuka pengguna : perangkat lunak yang
menyediakan media komunikasi antara engguna dengan sistem.
Basis data : berisi pengetahuan yang
dibutuhkan untuk memahami, merumuskan, dan menyelesaikan masalah.
Fasilitas akuisisi: perangkat lunak yang menyediakan
fasilitas dialog antara pakar dan sistem
Mekanisme inferensi : perangkat lunak yang melakukan
penalaran dengan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menghasilkan suatu
kesimpulan atau hasil akhir.
Manfaat dan keterbatasan sistem pakar
a.
Meningkatkan output dan produktivitas, karena sistem pakar dapat
bekerja lebih cepat dari manusia
b. Meningkatkan kualitas dengan memberi
nasihat yang konsisten dan mengurangi kesalahan
c. Mampu menangkap kepakaran yang sangat
terbatas
d. Dapat beroperasi dilingkungan yang
berbahaya
e. Memudahkan akses pengetahuan
f. Handal
g. Sistem pakar tidak pernah menjadi
bosan dan kelelahan atau sakit
h.
Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti berbeda
dengan sistem komputer konvensional, sistem pakar dapat bekerja dengan
informasi yang tidak lengkap.
i. Mampu menyediakan pelatihan
j.
Meningkatkan kemampuan problem solving karena mengambil sumber pengetahuan dari
banyak pakar
k. Meniadakan kebutuhan perangkat yang
mahal
l. Fleksibel
Ciri-ciri sistem pakar, yang harus memenuhi
ciri-ciri
a.Terbatas pada dominan keahlian tertentu
b.Berdasarkan kaidah/ rule tertentu
c.Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
d.Mudah
dimodifikasi yaitu dengan menambah atau menghapus suatu kemampuan dari basis
pengetahuan
e.Sistem
dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai, dituntun oleh dialog
dengan pemakai
Persamaan dan perbedaan
Antara sistem pakar dengan kecerdasan buatan
Menurut Tubagus (2012)
Letak persamaannya adalah sama-sama untuk mencapai hasil yang maksimal dalam
memecahkan masalah dan perbedaannya adalah sistem pakar mengacu pada si pembuat
atau seseorang yang ahli dalam suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang
sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang
maksimal, sedangkan artificial intelligence mengacu pada jalur atau
langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal.
Peranan Al untuk
memecahkan masalah, sistem psikologi juga bergunakan untuk memecahkan masalah.
Sistem Al menggunakan robot yang bisa menerima dan memberi konsultasi kepada
pasien.
1.
ELIZA :
Eliza merupakan salah satu Sistem Pakar yang paling
awal dikembangkan. Ini adalah program komputer terapis yang dibuat oleh Joseph
Weizenbaum di MIT tahun 1976. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana
sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.
Berikut ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan seorang klien :
Berikut ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan seorang klien :
Eliza: Hello. I am ELIZA. How can I help you?
Klien: My name is Balza.
Eliza: I have told you before, I do not care about names.
Klien: I don’t have any money. That’s my problem.
Eliza: Why do you say your problem?
Klien: Because you asked me.
Eliza: Do any other reasons not come to mind?
Klien: No.
Eliza: You are being a bit negative.
Klien: Why?
Eliza: Please go on.
Klien: OK. I am bankrupt.
Eliza: How long have you been bankrupt?
Klien: A year.
Eliza: Please go on.
Klien: So, what should I do?
Eliza: Does that question interest you?
Klien: Yes, how can I make big money?
Eliza: You are sure?
Klien: Of course I’m sure.
Klien: My name is Balza.
Eliza: I have told you before, I do not care about names.
Klien: I don’t have any money. That’s my problem.
Eliza: Why do you say your problem?
Klien: Because you asked me.
Eliza: Do any other reasons not come to mind?
Klien: No.
Eliza: You are being a bit negative.
Klien: Why?
Eliza: Please go on.
Klien: OK. I am bankrupt.
Eliza: How long have you been bankrupt?
Klien: A year.
Eliza: Please go on.
Klien: So, what should I do?
Eliza: Does that question interest you?
Klien: Yes, how can I make big money?
Eliza: You are sure?
Klien: Of course I’m sure.
2.
PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal
dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang
mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap
pertanyaan seorang psikiater yang menginterviewnya.
Psikiater : Why are you in the hospital?
Parry : I shouldn’t be here.
Psikiater : Who brought you here?
Parry : The police.
Psikiater : What trouble did you have with the police?
Parry : Cops don’t do their job.
Psikiater : What do they do instead?
Parry : Cops arrest the wrong people.
Psikiater : They arrest the right ones sometimes
Parry : The law should get those Italian crooks.
Psikiater : Are you Italian?
Parry : My background is British but I was born in this country.
Psikiater : Do you know any Italian crooks?
Parry : I try to avoid the underworld.
Parry : I shouldn’t be here.
Psikiater : Who brought you here?
Parry : The police.
Psikiater : What trouble did you have with the police?
Parry : Cops don’t do their job.
Psikiater : What do they do instead?
Parry : Cops arrest the wrong people.
Psikiater : They arrest the right ones sometimes
Parry : The law should get those Italian crooks.
Psikiater : Are you Italian?
Parry : My background is British but I was born in this country.
Psikiater : Do you know any Italian crooks?
Parry : I try to avoid the underworld.
3.
NET TALK
Program berdasarkan pada jaring-jaring neuron,
sehingga dinamakan NetTalk.Dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis harvard
dan Rosenberg di Univ. Princeton. Dalam program ini, NetTalk membaca tulisan
dan mengucapkannya keras-keras. Model simulasi jaring neuron terdiri atas
beberapa ratus unit (“neuron”) dan ribuan koneksi. NetTalk membaca keras-keras
dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fonem-fonem, unit dasar dari suara
sebuah bahasa. Sistem ini sama seperti sistem lain yang sudah diketahui
sebelumnya, memiliki tiga lapisan : lapisan input, dimana setiap unit merespon
sebuah tulisan, lapisan output dimana unit menampilkan ke 55 fonem dalam bahasa
Inggris, dan lapisan unit tersmbunyi dimana setiap unit ditambahkan koneksinya
pada setiap input maupun output. NetTalk membaca dengan memperhatikan setiap
tulisan satu demi satu, dan dengan menscanning tiga tulisan pada setiap sisi
demi sebuah informasi yang kontekstual.
Design Aplikasi Psikologi (Mendiagnosa Penderita Obsesive Compulsive Disorder)
Sumber :
Kenneth, C. (2008) . Sistem Informasi Manajemen.
Jakarta : Salemba Empat
Supriyanto, Aji. (2005). Pengantar Teknologi
informasi. Jakarta : Salemba
Sulianta, F. (2008). Komputer Forensik.
Jakarata : PT Elex Media Komputindo.
Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen.
Jakarta: Grasindo
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta
: Penerbit Andi
Sutedjo.B.,Oetomo, D. (2006). Perencanaan dan
Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta : Deepublish
Ladjamudin, Bin Al-Bahra.(2005). Analisis dan
Desain Sistem Informasi. Yogyakarta : Graha Ilmu



