Minggu, 23 Oktober 2016

#SIP Computer Based Information System, Evolusi CBIS dan Lingkup Data CBIS


Computer Based Information System


Computer Based Information System (CBIS)  atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti  bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi.
Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Menurut Kenneth (2008), CBIS adalah sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan lunak komputer.
Komponen-komponen CBIS terdiri dari :
·         Orang
·         Perangkat Keras (Hardware) komputer
·         Perangkat Lunak (Software) komputer
·         Basis data
·         Prosedur
·         Dokumentasi
CBIS juga dapat digunakan sebagai pendukung saat penerapan atau pengaplikasian sistem. Sebuah sub-sistem CBIS, seperti sistem pendukung keputusan, sistem ahli atau aplikasi otomasisasi perkantoran dapat memberi dukungan untuk pemisahan keputusan.  
Sub sistem dari CBIS adalah :
ü  Sistem Informasi Akuntansi
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan.
ü  Sistem Informasi Manajemen
Merupakan suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Sumber daya SIM Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik, laporan khusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi tersebut digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah.
ü  Sistem Pendukung Keputusan
Diperkenalkan oleh Michael S. Scott Morton, dkk. Tujuan nya adalah membantu manajer membuat keputusan untuk pemecahan masalah semi terstruktur,  mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya, meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari pada efisiensinya.
ü  Automasi Kantor (Virtual Office)
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Tujuannya adalah menghindari Biaya, komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan poegawai yang diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja. Selain itu juga sebagai pemecahan Masalah kelompok, memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer. Yang terakhir sebagai pelengkap, automasi kantor tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal tradisional seperti tatap muka, percakapan telepon, tulisan memo, dan sejenisnya, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi.
ü  Sistem Pakar 
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang  memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia.

Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS menyerupai suatu organisme hidup-lahir, tumbuh menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut Siklus hidup system (system life cycle = SLC), adapun tahap – tahapnya :
v  Planning (Perencanaan)
v  Analysts (Analisis)
v  Design (Rancangan)
v  Implementation (Penerapan)
v  Using (Penggunaan)

Keuntungan penggunaan Sistem Informasi 
Penggunaan sistem informasi berbasis komputer dalam sebuah organisasi atau perusahaan memiliki manfaat berupa keuntungan-keuntungan seperti :
o   Dapat meningkatkan keuntungan perusahaan
o   Mengurangi biaya bisnis
o   Meningkatkan pangsa pasar (ekspansi berupa jangkauan dan variasi produk)
o   Perbaikan relasi pelanggan atau pelayanan pelanggan
o   Meningkatkan efisiensi
o   Dapat memperbaiki dalam pengambilan keputusan
o   Pemenuhan peraturan lebih baik dan teratur
o   Kesalahan lebih sedikit
o   Perbaikan keamanan, dan Kapasitas lebih banyak atau besar.

Evolusi CBIS
v  Fokus awal pada data 
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .
v  Fokus baru pada informasi 
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.
v  Fokus pada Komunikasi 
Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation atau OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.
v  Fokus potensial pada konsultasi 
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence). 

HIRARKI DATA

• File yaitu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan subyek tertentu.
• Catatan adalah elemen data yang berhubungan dengan obyek tertentu.
• Elemen data yaitu unit data terkecil yang tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti. Manajemen data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa sumber daya data perusahaan akurat , mutakhir , aman dari gangguan yang tersedia bagi pemakai. Kegiatan manajemen data mencakup :
• Pengumpulan data
• Integritas pengujian
• Penyimpanan
• Keamanan
• Pemeliharaan
• Organisasi
• Pengambilan


SASD, DASD, BATCH PROCESSING, ONLINE PROCESSING DAN REALTIME PROCESSING

1. SASD
Contoh dari SASD (Sequential Acsess Storage Device) adalah magnetic tape. Pada tahun 1950-an magnetic tape telah digunakan pertama kali oleh ibm untuk menyimpan data. Saat sebuah rol magetic tape dapat menyimpan data setara dengan 10.000 punch card, membuat magnetic tape sangat populer sebagai cara menyimpan data komputer hingga pertengahan tahun 1980-a. Magnetic tape terbuat dari plastik berlapis materi besi sehingga mudah dimagnetikan, magnetic tape beratus meter dan digulung dan terdapat beberapa track. Tape ini juga dipakai untuk alat Input atau Output dimana informasi dimasukkan ke CPU dari tape dan informasi diambil dari CPU lalu disimpan pada tape lainnya. Penyimpanan data pada tape adalah dengan cara sekuensial. Fungsi nya adalah untuk media penyimpanan, alat input atau output dan untuk merekam video, audio atau sinyal. Cara kerjanya, data direkam secara digit pada media tape sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya.

2. DASD
Contoh dari DASD (Direct Acsess Storage Device) adalah magnetic disk. Magnetik disk  terbuat dari piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik dimana permukaan dari bahan tersebut mempunyai sifat magnetic sehingga nanti bisa menghasilkan semacam medan magnet yang sangat diperlukan untuk proses baca tulis dari memory tersebut karena saat proses baca atau tulis menggunakan kepala baca yang disebut dengan head. Secara fisik bentuknya adalah piringan yang bisa memutar sesuai kontrolnya. Pada awal perkembangannya piringan disk ini mempunyai ukuran diameter 50 cm, namun saat ini sudah ada yang berukuran 3 cm dan di dominasi oleh ukuran 12 cm.

3. BATCH PROCESSING
Merupakan suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu dan diatur pengelompokkan datanya dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data terkumpul dalam batch, data tersebut kemudian diproses. Batch processing merupakan cara terbaik untuk memanfaatkan waktu komputer. Namun untuk mengembangkan program komputer, cara batch sangat tidak efisien. Kelemahan dari pemrosesan ini manajemen tidak selalu memiliki informasi mutakhir yg menggambarkan sistem fisik.
Contoh : Email dan transaksi, dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem sacara periodic. Di waktu kemudian, selam siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan, seperti pengolahan data gaji kayawan.

4. ONLINE PROCESSING
Merupakan sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

5. REAL TIME PROCESSING
Sistem realtime adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem inimengharuskan komputer berespon cepat pada status sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari sistemonline. Sistem online menyediakan sumber daya konseptual tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi darisistem fisik. Real-time  mengacu pada aplikasi yang perlu merespon dalam waktu tertentu - biasanya pada urutan detik - untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan. Contohnya termasuk pemrosesan telemetri roket, aplikasi militerk, sistem penerbangan, dan otomasi industri dan sistem kontrol. Misalnya, jika terjadi kesalahan di pabrik, sistem real-time harus mampu mendeteksi situasi dan melakukan beberapa tindakan, seperti memberitahu operator dalam waktu beberapa detik.

Resume :
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti  bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Menurut Kenneth (2008), CBIS adalah sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan lunak komputer. Komponen-komponen CBIS terdiri dari : Orang, Perangkat Keras (Hardware) komputer, Perangkat Lunak (Software) komputer, Basis data, Prosedur, Dokumentasi.
Adapun Sub sistem dari CBIS, yang terdiri dari : Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Manajemen, Sistem Pendukung Keputusan, Automasi Kantor (Virtual Office) dan Sistem Pakar. Evolusi CBIS terdiri dari :
v  Fokus awal pada data 
Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .
v  Fokus baru pada informasi 
Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.
v  Fokus pada Komunikasi 
v  Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation atau OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
v   Fokus potensial pada konsultasi 
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence). 

Sumber :
Kenneth, C. (2008) . Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Salemba Empat 
Supriyanto, Aji. (2005). Pengantar Teknologi informasi. Jakarta : Salemba
Sulianta, F. (2008). Komputer Forensik. Jakarata : PT Elex Media Komputindo.   
Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi
Sutedjo.B.,Oetomo, D. (2006). Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta : Deepublish

Ladjamudin, Bin Al-Bahra.(2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta : Graha Ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar