Wewenang
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Secara
klasik, wewenang dimiliki oleh atasan dan bawahan berkewajiban mematuhinya.
Kondisi ini dapat menimbulkan kekuasaan yang sewenang-wenang. Pandangan
pengakuan berdasarkan adanya pengakuan dari seseorang yang dipengaruhi terhadap
orang lain yang mempengaruhi mereka. Dengan demikian, dalam lingkup sempit,
wewenang yang sah belum tentu memperoleh pengakuan orang lain.
Peranan kekuasaan (power) di dalam proses mempengaruhi. Memusatkan pada suatu
bentuk kekuasaan, yaitu wewenang (authority). Pengertian wewenang terutama
adalah mengenai pangkat, peranan dan posisi yang resmi sebagai alat untuk
mengendalikan dan mempengaruhi perilaku atau pribadi-pribadi lain. Wewenang
adalah suatu alat untuk membatasi perilaku (sekalipun jika pembatasan itu
menimbulkan frustasi), untuk menciptakan keserbasamaan dengan jalan meratakan
perbedaan individual. Wewenang adalah suatu alat yang penting dan efisien sebab
wewenang mempunyai keuntungan seperti senapan pemburu. Wewenang sebagai suatu
senjata yang membatasi, yang terbuka dan langsung.
Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas
organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan
kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai
tujuan individu maupun organisasi. Wewenang formal tersebut harus di dukung
juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu
menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan
bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan,
pengalaman dan kepemimpinan mereka. Weber menyebut wewenang sebagai wewenang
yang legal dan sah. Weber juga membagi wewenang menjadi wewenang kharismatik,
rasional, dan tradisional.
Menurut Edward E. Sampson, terdapat perspektf yang berpusat pada personal dan
perspektif yang berpusat pada situasi. Perspektif yang berpusat pada personal
mempertanyakan faktor-faktor internal apakah, baik berupa instik, motif,
kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia.
Faktor Biologis
Telah diakui secara meluas adanya perilaku tertentu yang merupakan bawaan
manusia, dan bukan perngaruh lingkungan atau situasi. Diakui pula adanya
faktor-faktor biologis yang mendorong perilaku manusia, yang lazim disebut
sebagai motif biologis. Yang paling penting dari motif biologis adalah
kebutuhan makan-minum dan istirahat, kebutuhan seksual, dan kebutuhan untuk
melindungi diri dari bahaya.
Unsur yang ada di dalam wewenang :
a. Wewenang ditanamkan pada posisi seseorang.
Seseorang mempunyaiwewenang karena posisi yang diduduki, bukan karena
karakteristik pribadinya;
b. Wewenang tersebut diterima oleh bawahan. Individu
pada posisi wewenang yang sah melaksanakan wewenang dan dipatuhi bawahan karena
dia memiliki hak yang sah; serta
c. Wewenang digunakan secara vertikal. Wewenang
mengalir dari atas ke bawah mengikuti hierarkii organisasi.
Ada 4 Macam model mempengaruhi seseorang
1. Dengan menggunakan Wewenang.
2. Dengan menggunakan Tekanan dan paksaan.
3. Dengan Melakukan Manipulasi.
4. Dengan melakukan Kerja sama.
Delegasi wewenang adalah pelimpahan atau pemberian otoritas dan tanggung jawab
dari pimpinan atau kesatuan organisasi kepada seseorang atau kesatuan
organisasi lain untuk melakukan aktivitas tertentu. Pada dasarnya, baik
pemimpin yang sukses maupun yang efektif dalam kepemimpinannya, perlu
mendelegasikan wewenang kepada bawahannya.
Teori kepemimpinan situasional adalah teori kepemimpinan yang didasarkan pada
hubungan kurva linear di antara perilaku tugas, perilaku hubungan dan kematangan.
Dalam organisasi yang tidak kalah pentingnya adalah sebuah Pengambilan
Keputusan, hal ini dijabarkan pada bab yang kesembilan, pengambilan keputusan
merupakan suatu pendekatan yang sistematis terhadap permasalahan yang dihadapi.
Pendekatan tersebut menyangkut pengetahuan mengenai esensi atas permasalahan
yang dihadapi, pengumpulan fakta dan data yang relevan dengan permasalahan yang
dihadapi, analisis permasalahan dengan menggunakan fakta dan data, mencari
alternative yang paling rasional dan penilaian atas keluaran yang
dicapai.
Pengmabilan keputusan itu sendiri adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan
oleh seseorang dalam usaha memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi
kemudian menetapkan berbagai alternatif yang dianggap paling rasional dan
sesuai dengan lingkungan organisasi.
Proses pengambilan keputusan menurut James L.
Gibson, dkk adalah sebagai berikut.
1. Penetapan tujuan spesifik serta pengukuran
hasilnya.
2. Identifikasi permasalahan.
3. Pengambangan alternatif.
4. Evaluasi alternatif.
5. Seleksi alternatif.
6. Implementasi keputusan.
7. Pengendalian dan evaluasi.
Model-model
dalam Mempengaruhi Perilaku Orang Lain dan Peranannya dalam Psikologi Manajemen
Cara mempengaruhi orang lain dengan dasar
Pendekatan Komunikasi Persuasi dikemukakan oleh
Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan dasar dalam komunikasi yang
mampu mempengaruhi orang lain, yaitu;
1. Logical argument
(logos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang
ditemukan. Hal ini telah disinggung dalam komponen data.
2. Psychological/ emotional
argument (pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif
maupun negatif.
3. Argument based on credibility
(ethos), yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate/ audience
karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya.
Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari
seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen.
Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam
bidangnya.
Kesimpulan :
Wewenang merupakan
syarat yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan-kegiatan. Wewenang
yang bersifat informal, untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan.
Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan,
pengalaman dan kepemimpinan. Wewenang berfungsi untuk menjalankan kegiatan yang
ada dalam organisasi. Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah
orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat
tercapai. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang
sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya dan
lingkungan yang melingkupinya. Serta logos, ethos dan pathos adalah unsure yang
mempengaruhi perilaku orang lain dan peranannya dalam psikologi manajemen.
DAFTAR
PUSTAKA : 1.
Waluyo, Minto. (2015). Manajemen Psikologi Industri. Jakarta :
Indeks
2. Munandar, Ashar Sunyoto.
(2001). Psikologi Industri dan Organisasi.
Jakarta : Universitas Indonesia
3. Sarwono, S.W.
(2005). Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar