Kamis, 13 November 2014

Konsep Computer Support Cooperative Work ( CSCW)

Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Pada kesempatan yang sama pada tahun 1987, Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning-work.  CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial.
Computer-supported Cooperative Work (CSCW) itu sendiri adalah sebuah konsep yang berusaha menggambarkan bagaimana kolaborasi antar manusia dapat didukung oleh komputer atau teknologi informasi pada umumnya. Pemahaman ini dapat diartikan secara sempit, di mana CSCW dan groupware dianggap sebagai sinonim, atau dapat pula diartikan secara keseluruhan sebagai studi tentang cara teknologi (sistem komputer) dapat mendukung kerjasama manusia (secara psikologis dan sosial). Sebuah definisi yang cukup representatif disebutkan oleh Kraemer dan King, yang dikutip oleh Alexander Schill sebagai berikut:’pSCW describesl coordinated activities pertormed by a collection of participants supported by a computer system.” (Schill, 1 995:3) Definisi ini dapat mewakili pengertian CSCW seutuhnya, karena menunjukkan dengan jelas bahwa konsep ini adalah pertama-tama mengenai koordinasi aktivitas dari sejumlah partisipan, dan baru berikutnya merupakan konsep yang didukung oleh sistem komputer.
Terdapat dua faktor utama yang biasanya dipergunakan sebagai dasar pengklasifikasian CSCW, yaitu faktor waktu dan faktor tempat. Dari segi faktor waktu, maka kolaborasi dapat terjadi secara synchronous (pada waktu yang bersamaan) atau asynchronous (pada waktu yang berbeda). Misalnya, beberapa orang yang mendiskusikan tugas bersama mereka dengan menggunakan fasilitas chatting pada intranet perusahaan sedang melakukan kolaborasi secara synchronous, karena pengirim dan penerima pesan pada dasarnya mengirim dan membaca pesan tersebut pada saat yang bersamaan. Sebaliknya, penggunaan email oleh anggota-anggota suatu team yang harus menyelesaikan pekerjaan bersama adalah contoh dari kolaborasi asynchronous, karena penerima email baru akan menerima pesan itu waktu ia melakukan check mail, dan bukan pada saat email itu dikirim oleh penulisnya. CSCW juga dipengaruhi oleh faktor tempat, yaitu apakah peserta kolaborasi itu sedang berada di lokasi yang sama atau di lokasi yang berbeda-beda. Mungkin saja sejumlah orang berkumpul di ruang yang sama untuk mengerjakan tugas bersama mereka, tetapi mereka menggunakan perangkat lunak tertentu yang menyebabkan mereka bisa mengetik laporan di dokumen yang sama, secara bersama-sama pula. Ini adalah contoh CSCW di lokasi dan waktu yang sama. Namun dapat juga seorang anggota team bekerja dulu di komputer tertentu, kemudian meninggalkan tempat tersebut sambil meninggalkan pesan email buat rekannya yang baru akan hadir satu jam kemudian.
CSCW adalah sebuah istilah generik, yang menggabungkan pengertian bagaimana orang bekerja dalam sebuah kelompok dengan teknologi pendukung berupa jaringan komputer, Perangkat keras, Perangkat lunak terkait, layanan, dan teknik.
Salah satu bentuk umum konseptualisasi sistem CSCW adalah dengan mengamati konteks dari penggunaan sistem tersebut. Contohnya adalah matriks CSCW, yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1988 oleh Johansen; dan juga muncul pada [4]. Matriks dimaksud membagi konteks sebuah “work” ke dalam dua dimensi yakni waktu dan lokasi. Dimensi waktu dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada waktu yang bersamaan (sinkron), atau berbeda (asinkron). Dimensi lokasi dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada tempat yang sama, atau tempat yang terdistribusi.
CSCW memiliki tujuan yaitu :
 – Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi
 – Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan
Contoh yang digunakan pada CSCW adalah
-  Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
-  Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
-  Programmer suatu sistem secara bersamaan
-   Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
-   Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay
CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
A. Komunikasi yang normal antar manusia
1. Komunikasi face-to-face
2. Percakapan
B. Komunikasi berbasis teks
      – Komunikasi Face To Face
Pada komunikasi face to face Tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata.
 • Personal Space
 • Kontak dan tatapan mata
 • Gerak isyarat dan bahasa tubuh
 • Back channel
 • Turn-taking

                  http://xiaolichen14.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar