Rabu, 17 Desember 2014

Tangisan Anak Indonesia

Ku lihat di jalan-jalan pinggiran kota Jakarta, banyak anak seumuranku yang mengamen, mengemis di jalanan.
Ku lihat pula ditelevisi, semakin banyak karyawan dan karyawati yang di PHK dari perusahaan yang mereka mencari uang.
Ku lihat dan ku dengar juga di radio dan koran, semakin banyak angka pengangguran dan kemiskinan serta rendahnya angka pendidikan yang terjadi di negeri ini. Miris memang melihat dan mendengar peristiwa tersebut. Namun apakah layak negara ini dapat dikatakan sebagai negara yang berkembang untuk menuju kemajuan ??
Apakah ini yang dimaksud negara indonesia yang mungkin kelak suatu saat akan menjadi maju ??
Memang disebagian daerah, negara kita masih banyak anak-anak yang sekolah masih hanya sebatas tingkat SMP atau bahkan SD dan terkadang mereka pun tidak tamat sampai jenjang tersebut, hal itu dikarenakan dengan keadaan ekonomi mereka yang tergolong ke dalam keluarga miskin dan untuk makan pun mereka pas-pasan.
Kemiskinan ini memang tak bisa di lepaskan dari sebagian penduduk yang ada di negeri ini. Seiring dengan adanya kenaikan BBM serta semakin maraknya kasus korupsi yang merajalela, yang menyebabkan semakin banyaknya keluarga miskin bertambah.
Seharusnya pemerintah dapat lebih cekatan lagi dalam menanggapi hal ini, terutama dalam bidang pendidikan. Karna pendidikan lah yang paling utama bagi negeri ini sesungguhnya. Jika bukan generasi muda yang melanjutkan kemajuan bangsa lantas harus siapakah yang melanjutkannya ??? Negeri ini penuh akan kekayaan alamnya, seharusnya pemerintah dapat dengan mudah memanfaatkan hal tersebut untuk lebih memperhatikan lagi dunia pendidikan yang ada di Indonesia ini, sebagai contoh saja di negeri tetangga. Disana hampir semuanya pendidikan setingkat SD-SMA atau bahkan perguruan tinggi saja di biayai oleh negaranya. Jika, Indonesia dapat seperti itu mungkin negeri ini semakin banyak menghasilkan penerus-penerus bangsa yang jauh lebih hebat serta dapat memimpin negeri ini lebih baik lagi.
Dan seharusnya pemerintah dapat membuat lembaga kepelatihan kreativitas lebih banyak lagi serta sekolah terbuka secara gratis tanpa di pungut biaya sepeser pun untuk anak-anak jalanan yang tidak dapat sekolah tetapi ia masih berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya yang tertinggal tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar