Definisi
motivasi
Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu
kata movere yang berarti bergerak. Dalam konteks sekarang, motivasi dapat
didefinisikan sebagai proses psikologi yang menghasilkan suatu intensitas, arah
dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan.
Kemudian motif adalah segala sesuatu yang mendorong
seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau seperti yang dikatakan
Sertain motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme
yang mengarahkan tingkah laku/perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang.
Sertain juga menggunakan kata motivasi dan drive
untuk pengertian yang sama. Ia mengatakn pada umumnya suatu motivasi atau
dorongan adalah suatu pernyataan kompleks di dalam suatu organisme yang
mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang
(incentive). Tujuan (goal) adalah yang menentukan/membatasi tingkah laku
organisme itu. Jika yang kita tekankan ialah faktanya/obyeknya, yang menarik
organisme itu, maka kita pergunakan istilah “perangsang”.
Teori Drive Reinforcement
Pengertian Teori Drive
Teori ”drive” bisa diuraikan sebagai teori-teori
dorongan tentang motivasi, perilaku didorong ke arah tujuan oleh
keadaan-keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Contohnya.,
Freud ( 1940-1949 ) berdasarkan ide-idenya tentang kepribadian pada bawaan,
dalam kelahiran, dorongan seksual dan agresif, atau drive (teorinya akan
diterangkan secara lebih detail dalam bab kepribadian). Secara umum ,
teori-teori drive mengatakan hal-hal berikut : ketika suatu keadaan dorongan
internal muncul, individu di dorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan
mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong. Pada
manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan
apabila dapat menyenangkan dan memuaskan. Jadi motivasi dapat dikatakan terdiri
dari:
1. Suatu keadaan yang mendorong
2. Perilaku yang mengarah ke tujuan yang diilhami
oleh keadaan terdorong
3. Pencapaian tujuan yang memadai
4. Pengurangan dan kepusaan subjektif dan kelegaan
ke tingkat tujuan yang tercapai
Setelah keadaan itu, keadaan terdorong akan muncul
lagi untuk mendorong perilaku ke arah tujuan yang sesuai. Pengulangan kejadian
yang baru saja diuraikan seringkali disebut lingkaran korelasi.
Teori-teori Drive berbeda dalam sumber dari keadaan
terdorong yang memaksa manusia atau binatang bertindak. Be berapa teori,
termasuk teori Freud, dipahami oleh keadaan terdorong sejak belum lahir, atau
instingtif. Tentang perilaku binatang, khususnya ahli ethologi telah
mengusulkan suatu penjelasan suatu mekanisme dorongan sejak kelahiran (tinbergen,
lorenz, dan leyhausen dalam morgan, dkk. 1986). Teori-teori drive yang lain
telah mengembangkan peran belajar dalamkeaslian keadaan terdorong. Contohnya,
dorongan yang di pelajari (learned drives), seperti mereka sebut, keaslian
dalam latihan seseorang atau binatang atau pengalaman masa lalu dan yang
berbeda dari satu individu ke individu yang lain. Karena penggunaan minuman
keras sebelumnya, ketagihan heroin, contohnya mengembangkan suatu dorongan
untuk mendapatkan hal tersebut, dan karena itu mendorong ke arah itu. Dan dalam
realisasi motif sosial, orang telah belajar dorongan untuk kekuasaan, agresi
atau prestasi. Keadaan terdorong yang dipelajari menjadi ciri abadi dari orag
tertentu dan mendorong orang itu ke arah tujuan yang memadai, orang lain mungkin
belajar motif sosial yang lain dan didorong ke arah tujuan yang berbeda.
Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)
Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan pokok
yang berhubungan dengan perolehan jawaban –jawaban yang benar dan aturan pokok
lain yang berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah.
Pengukuran dapat terjadi positif (pemberian ganjaran untuk satu jawaban yang
didinginkan ) atau negatif ( menghilangkan satu rangsang aversif jika jawaban
yang didinginkan telah diberikan ), tetapi organisme harus membuat antara akasi
atau tindakannya dengan sebab akibat.
Siegel dan Lane (1982), mengutip Jablonke dan De
Vries tentang bagaimana manajemen dapat meningkatakan motivasi tenaga kerja.,
yaitu dengan:
1. Menentukan apa jawaban yang diinginkan
2. Mengkomunikasikan dengan jelas perilaku ini
kepada tenaga kerja.
3. Mengkomunikasikan dengan jelas ganjaran apa yang
akan diterima. Tenaga kerja jika jawaban yang benar terjadi
4. Memberikan ganjaran hanya jika jika jawaban yang
benar dilaksanakan.
5. Memberikan ganjaran kepada jawaban yang
diinginkan, yang terdekat dengan kejadiannya
Implikasi:
Biasanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
misalkan seorang kuli panggul di pasar tradisional, jika ia dapat mengangkut
atau mengirim 5 ton buah pada tiap 5 karung maka akan diberikan 2 kg buah segar
oleh pemilik toko sebagai sebuah reward dari apa yang ia kerjakan.
Kesimpulan : Motivasi adalah suatu proses dimana
kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian-serangkaian
kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu. Motivasi
dapat didefinisikan sebagai proses psikologi yang menghasilkan suatu
intensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai suatu
tujuan.
Kemudian motif adalah
segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau
seperti yang dikatakan Sertain motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di
dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku/perbuatan ke suatu tujuan
atau perangsang.
Sumber :
Munandar,A.S.Psikologi industri dan organisasi.Penerbit UIP
Wijono,Sutarto.(2010).Psikologi
industri dan organisasi.Jakarta:Penerbit Kencana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar