Terapi psikoanalisis ini
sendiri terdiri dari 5, yaitu : Asosiasi Bebas, Interpretasi atau Penafsiran,
Analisis Mimpi, Analisis & Interpretasi resistensi serta Analisis &
interpretasi transferensi. Seperti yang telah dijelaskan di dalam post saya
sebelumnya, termasuk mengenai pengertian terapi psikoanalisa tersebut serta
kekurangan dan kelebihan terapi psikoanalisa.Dari terapi-terapi tersebut yang
paling saya sukai atau lebih efektif dalam penggunaan psikoterapi adalah terapi
analisis dan interpretasi transferensi. Karna dalam terapi ini di jelaskan dalam proses terapeutiknya pada saat dimana
kegiatan-kegiatan klien di masa lalu yang tak terselesaikan dengan orang lain, sehingga
menyebabkan dia mengubah masa kini dan mereaksi kepada analisis sebagai yang
dia lakukan kepada ibunya atau ayahnya ataupun siapapun. Transferensi itu sendiri
berarti proses pemindahan emosi-emosi yang terpendam atau ditekan sejak awal
masa kanak-kanak oleh pasien kepada terapis.
Sebagian besar terapis
akan mengembangkan neurosis transferensi yang dialami klien di lima tahun
pertama kehidupannya. Untuk itu terapis harus melakukannya secara netral,
objektif, anonim dan pasif. Teknik ini akan mendorong klien menghidupkan kembali
masa lalunya sehingga memberi pemahaman pada klien mengenai pengaruh masa
lalunya terhadap kehidupannya saat ini. Melalui transferensi, klien juga mampu
menyadari konflik masa lalu yang masih dipertahankannya sampai sekarang.
Sehingga kelak klien akan merasa lepas dari masalah-masalahnya tersebut yang
diceritakan kepada terapis, dan dari penggunaan terapi ini diharapkan klien
mempunyai kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar